Posted by : Lisfatul Fatinah 09 March 2012

Analisis permasalah anak tunarungu sebagai landasan pengembangan kurikulum

  1. Akibat ketunarunguannya anak tunarungu tidak mengalami masa pemerolehan bahasa (pada usia < 2 tahun)
  2. Akibat tidak mengalami masa pemerolehan bahasa, anak tunarungu tidak dapat berkembang bahasanya.
  3. Akibat miskin bahasa, anak tunarungu mengalami masalah dalam komunikasi dalam pendidikannya.
  4. Akibat ketunarunguannya, anak tunarungu tertinggal dalam segala aspek kehidupan.

Ketika seorang anak sudah divonis sebagai anak penyandang tunarungu, bagaimana mengatasi berbagai permasalahan yang timmbul akibat ketunarunguannya?

Seorang tokoh tunarungu bernama Ludwig Wetgenstein mengatakan, “Batas bahasaku adalah batas duniaku.” Luwig berkata demikian karena keterbatasan komunikasi yang dimiliki anak tunarungu memang membatasi kehidupan mereka. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan yang ditimbulkan ketunarunguan adalah dengan memberikan keterampilan berkomunikasi dan berbahasa.

Leave a Reply

Terima kasih atas komentarnya :)

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

You are The

Hallo Happy Readers!

Hallo Happy Readers!
Selamat datang di blog pribadi saya. Di blog ini teman-teman akan membaca tulisan-tulisan saya seputar pendidikan, kedisabilitasan dan inklusivitas, pengalaman mengajar, dan tulisan-tulisan lainnya yang dibuat atas inspirasi di sekitar saya. Semoga tulisan dalam blog ini bermanfaat dan menginspirasi pada kebaikan. Selamat membaca!

Contact Me

@fatinahmunir

fatinahmunir@gmail.com

Educator | Writer | Adventurer

Berbakti | Berkarya | Berarti

My Friends

- Copyright © Fatinah Munir -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -