Posted by : Fatinah Munir 24 September 2018



Setelah pengenalan panjang tentang berbenah ala Konmari dan pembahasan tentang merapikan pakaian di tulisan sebelumnya, sekarang kita akan membahas beberapa kategori benda lainnya yang akan kita benahi, seperti buku, kertas, pernak-pernik, dan benda-benda sentimental.

Menyimpan Buku

Prinsip menyimpan buku ala Konmari masih sama seperti prinsip membenahi pakaian. Kita hanya perlu menyimpan buku yang membangkitkan kebahagiaan dan membuang sisanya! :D

Tantangan saat berbenah buku akan berbeda dengan berbenah pakaian. Saat berbenah buku pasti akan ada rasa tidak tega untuk membuang dengan alasan suatu hari nanti ingin membuat perpustakaan, ingin dibaca ulang nanti, atau ingin di baca kapan-kapan. Kalaupun kita ingin membuat perpustakaan, maka pertimbangkan apakah kita rela perpustakaan kita dipenuhi buku-buku yang tidak membangkitkan kebahagiaan? Kalau ingin membaca ulang buku yang sudah pernah dibaca, apakah benar kita akan membaca ulang buku tersebut di tengah masih adanya daftar buku yang ingin dibaca atau dibeli? Terakhir, yakin tetap ingin menyimpan buku yang sudah lama dibeli tapi belum dibaca dengan alasan akan dibaca kapan-kapan? Sebab nyatanya, kapan-kapan berarti tidak akan pernah :) Ada pengecualian dalam menyimpan buku ala Konmari, satu jenis buku yang boleh disimpan tanpa ditanyakan apakah menumbuhkan kebahagiaan atau tidak adalah buku favorit kita sepanjang masa.

Sama seperti proses berbenah pakaian, setiap buku yang ada di rumah atau ruangan harus dikumpulkan di atas lantai. Pegang satu per satu buku yang ada, disarankan untuk menyentuh atau mengusap setiap sampul buku. Kemudia bertanyalah kepada diri sendiri apakah buku tersebut memberikan kebahagiaan atau tidak ketika disentuh. Jika tidak memberikan kegembiraan, maka buanglah atau sumbangkan buku-buku tersebut ke tempat yang membutuhkan :)

Apabila memiliki terlalu banyak buku meskipun sudah ada yang disingkirkan, maka kita perlu mengkategorikan lagi buku-buku yang kita miliki. Setidaknya ada empat kategori besar buku ala Konmari, yaitu buku umum (buku yang dibaca untuk hiburan), buku praktis (referensi, buku masakan, dll), buku visual (koleksi foto, buku untuk mewarnai, dll) dan terakhir majalah. Untuk memudahkan dan lebih mengerucutkan buku yang akan disimpan, kita bisa membuat kategori sendiri. Misalnya cukup menyimpan buku tentang parenting, bisnis, dan keagamaan.

Setelah kita mendapatkan buku yang ingin kita simpan, yang membangkitkan kegembiraan, barulah kita bisa menata buku di dalam rak sesuai dengan selera. Tapi perlu dipastikan bahwa buku-bukut tersebut masuk ke dalam rak.


Menyortir Kertas

Pada prinsipnya semua kertas harus dibuang. Kita harus membuang kertas apa saja yang selama ini kita simpan, kecuali tiga kategori berikut; kertas yang masih dipakai, masih diperlukan dalam kurun waktu tertentu, dan kertas yang harus disimpan hingga waktu tak terbatas. Sedangkan untuk mebenahinya, kita cukup membuat dua kategori kertas, yakni kertas yang harus diurus dan kertas yang harus disimpan.

Kertas yang harus urus contohnya adalah surat yang harus dibalas, formulir yang harus diisi dan dikirim, dan koran yang harus dibaca. Seluruh kertas kategori ini sebaiknya disimpan dalam satu tempat, tidak perlu dipisah. Sebagai wadah penyimpanan kategori ini, disarankan untuk menggunakan kotak arsip vertikal. Digunakannya kotak arsip vertikal adalah karena wadah ini memudahkan kita untuk mengambil kertas yang akan diurus segera. Satu lagi, perlu diingat bahwa kotak penyimpanan kertas yang harus diurus ini semestinya tidak penuh dan lebih baik kosong. Jika kotak penyimpanannya penuh atau terisi, berarti ada hal yang belum kita urus.

Kategori kertas yang harus disimpan dapat kita buat menjadi subkategori lagi, yaitu kertas yang jarang dikeluarkan tetapi harus disimpan. Kertas subkategori ini misalnya adalah surat kontrak, polis asuransi, garansi, dan sebagainya yang sebenarnya tidak membangkitkan kebahagiaan tetapi tetap harus disimpan. Kertas subkategori ini disarankan disimpan di map plastik bening dan dijadikan satu semuanya.

Kertas yang harus disimpan subkategori sering digunakan adalah resume seminar atau kliping surat kabar. Karena kertas jenis ini sering digunakan, maka untuk menyimpannya kita bisa menggunakan map berbentuk buku yang berisi lembaran-lembaran plastik.

Apabila tahapan membenahi kertas sudah kita jalani, berrati kita cukup memiliki tiga tempat penyimpanan kertas, yaitu kotak arsip vertikal, map bening, dan map buku plastik. Jika ada kertas baru yang harus disimpan, jangan menambah tempat penyimpanan kertas, melainkan kembali sortir ketas yang ada :)


Komono (Pernak-Pernik)

Di antara kita pasti ada yang suka menyimpan benda-benda kecil, apapun itu bentuknya yang kita pikir kemungkinan tidak tega untuk membuangnya atau berpikir akan menggunakan benda tersebut suatu hari nanti. Jika kita amati, tidak ada tujuan khusus dari kebiasaan menyimpan seperti ini. Kebanyakan alasannya hanya karena ingin saja atau suka, tanpa tahu apa yang akan kita lakukan dengan benda-benda tersebut.

Jika kita memiliki kebiasaan ini dan ingin menerapkan metode Konmari, maka kita harus membuang kebiasaan ini jauh-jauh. Masih ingat hal yang harus dilakukan untuk menerapkan metode Konmari dalam berbenah? Salah satunya ada mengapresiasi benda yang kita punya. Kebiasaan menyimpan barang tanpa tujuan tidak sejalan dengan mengapresiasi benda di mana memanfaatkan benda dengan baik adalah cara terbaik untuk mengapresiasinya.

Di Jepang sendiri, benda-benda kecil seperti ini disebut komono. Secara harfiah, komono tidak hanya berarti benda-benda kecil, tetapi juga perkakas, komponen, atau hal-hal tidak penting seperti yang biasa orang Indonesia sebut tetek bengek.

Jika kita bayangkan, akan ada banyak sekali benda jenis komono ini dan betapa sulitnya membenahi itu semua. Akan tetapi dalam berbenah ala Konmari akan kita akan lebih mudah berbenah menggunakan urutan komono sebagai berikut; CD/DVD, produk perawatan kulit dan wajah, aksesoris, barang berharga, elektronik kecil, alat tulis, alat dapur, pajangan, dan sebagaimana.

Masih sama seperti sebelumnya, seleksi barang-barang yang akan kita simpan dengan tolak ukur membangkitkan kebahagiaan atau tidak. Setelah itu kita bisa merapikan dan menyimpan setiap pernak-pernik ini berdasarkan kategorinya.

CD/DVD. Untuk CD/DVD, jangan lupa untuk mengecek apakah kepingan CD/DVD yang masih berfungsi atau tidak. Kemudian pisah lagi CD/DVD ini berdasarkan subkategori; music, film, drama, dan program (jika kita memiliki elektronik yang membutuhkan CD untuk menggunakannya, seperti printer, program computer, dan sebagainya). Kita bisa menggunakan dompet CD/DVD untuk menyimpannya. Kendati sudah dibagi ke dalam subkategori dan disimpan dalam dompet CD/DVD, kita tetap harus meyimpannya di satu lokasi, misalnya letakknya semuanya di dalam laci lemari kecil dekat TV.

Produk perawatan kulit dan wajah. Dalam merapikan produk perawatan kulit dan wajah (kosmetik), kita perlu menyeleksi terlebih dahulu produk mana yang benar-benar kita gunakan dan membangkitkan kebahagiaan. Untuk sejumlah sampel produk kosmetik  yang kita dapat dari sales di mal, tidak usah berpikir keras untuk memilihnya jika memang tidak kita gunakan, semua itu bisa kita buang atau diberikan kepada orang yang memang menggunakan produk tersebut.

Tempat penyimpanan kosmetik sebaiknya dibagi berdasarkan subkategorinya. Misalnya produk perawatan kulit, produk perawatan rambut, produk perlengkapan mandi, dan produk perawatan wajah. Setiap subkategori ditata di dalam kotak make up organizer dengan posisi berdiri. Hindari penyimpanan make up di dalam dompet make up seperti ingin bepergian.

Seluruh subkategori produk kosmetik ini sebaiknya diletakkan di satu lokasi, contohnya diletakkan di atas meja rias atau meja dekat kamar mandi yang memang lokasinya dapat dijangkau untuk kebutuhan mandi dan berhias setelah mandi.

Aksesoris. Selanjutnya adalah aksesoris termasuk di sini adalah perhiasan. Bagian aksesoris ini mungkin akan menjadi yang sulit bagi beberapa orang, dikarenakan benda ini kecil dan dimiliki dalam jumlah yang tidak sedikit.

Sama seperti sebelumnya, untuk membenahi aksesori sebaiknya memisahkan aksesoris berdasarkan jenisnya. Penataan letak aksesoris bisa digabungkan di satu lokasi, seperti di meja rias berdekatan dengan kosmetik di dalam laci rias. Untuk wadah penyimpanan aksesoris sendiri sebaiknya menggunakan wadah yang sesuai dengan bentuk aksesoris, misalkan kalung ditata di gantungan kecil yang bisa diletakkan di atas meja, gelang disimpan di wadah dengan tabung untuk melingkarkan gelang di tabung tersebut, cicin disimpan di dalam kotak cincin yang dapat memuat beberapa cicin sekaligus. Untuk aksesoris lain seperti pin atau bros bisa disatukan dalam wadah kotak dan untuk peniti atau jarum bisa ditata di atas wadah dengan spons yang kita bisa menancapkan jarum atau peniti di atasnya.

Seluruh aksesoris di atas bisa dimasukkan dalam kotak masing-masing. Laci kecil bertingkat dapat juga menjadi pilihan untuk menyimpan berbagai aksesoris ini.

Barang berharga. Yang dimaksud barang berharga dalam metode Konmari ini salah satunya adalah uang receh. Mungkin sering menemukan uang receh tergeletak di mana-mana di dalam rumah kita. Meskipun kita sudah menyediakan tas khusus uang receh, tapi sering kali di antara kita tidak memiliki tujuan untuk apa uang receh itu dikumpulkan, padahal jelas-jelas recehan tersebut tetaplah uang.

Menggunakan metode berbenah Konmari, seperti yang dipaparkan sebelumnya, kita harus mengapresiasi atau menghargai setiap benda yang kita punya. Terkait dengan uang receh ini, kita pun harus menghargainya, sekecil apapun nominal uangnya. Kemudian perilah cara membenahinya adalah cukup sediakan satu dompet kecil khusus receh di dalam tas jika di luar rumah kita memiliki uang receh saat berjual beli.

Untuk di dalam rumah, sediakanlah satu tempat khusus -ingat hanya satu tempat penyimpanan di dalam rumah, untuk menampung uang receh yang ada di kantung. Jangan biarkan satu koin atau uang receh pun yang tercecer di sembarang tempat.  Selanjutnya jangan lupa untuk menukar uang receh tersebut secara berkala, misalnya satu sampai tiga bulan sekali untuk ditabung ke bank atau ditukar ke took atau petugas parkir yang memang membutuhkan uang receh.

Elektronik kecil. Kamera, handy camp, power bank, charger elektronik, dan kabel-kabel penghubung adalah perintilan lain yang pasti sering berserakan atau memiliki tempat penyimpanan yang layak. Kamera dan handy camp biasanya disimpan di dalam lemari pakaian dengan alasan akan lebih aman karena dikelilingi benda-benda yang lembut, sedangkan power bank dan charger berbagai elektronik dibiarkan tergeletak di dekat sumber listrik tanpa diurus.

Cara seperti di atas sama saja kita tidak menghargai berbagai barang elektronik kecil yang kita punya, yang kerap kali tidak ingin kita tinggalkan jika bepergian. Untuk menyimpannya, disarankan untuk menyimpan elektronik sejenis ini di satu lokasi dan tidak disimpan bersama dengan kardusnya. Dalam prinsip Konmari, setiap kardus hasil pembelian barang harus segera dibuang, tidak untuk ditumpuk atau disimpan dengan apapun alasannya. Jika kardus tersebut tidak ingin dibuang, maka kita harus langsung atau segera memanfaatkannya, misalnya menjadikan kardus handphone sebagai tempat aksesoris, dan sebagainya.

Untuk charger elektronik, kita bisa menggunakan (membeli atau membuat sendiri) charging organizer yang membuat kabel-kabel elektronik tidak saling tergulung.

Alat tulis. Pernak-pernik yang satu ini pasti ada di setiap rumah, terutama yang sering menggunakannya untuk pekerjaan sehari-hari. Karena banyaknya jenis alat tulis itu sendiri, maka apabila sudah menyeleksi alat tulis yang membangkitkan kebahagiaan, tugas selanjutnya adalah menyiapkan wadah penyimpanan alat tulis. Wadah penyimpanan yang sangat disarankan adalah stationary organizer yang dapat membuat seluruh alat tulis tertata berdiri. Jika tidak memiliki stationary organizer, kita bisa memanfaatkan bekas gulungan tisu atau menggunakan gelas bekas untuk menyimpannya.

Alat tulis seperti sticky note, notes kecil, double tape, dan solasi, bisa disimpan di dalam wadah kotak khusus alat tulis dan diletakkan tidak berjauhan dengan alat tulis lainnya.

Perlengkapan dapur. Berbicara merapikan perlengkapan dapur berrat berhubungan dengan kerapian dapur. Prinsip membenahi perlengkapan dapur adalah bagaimana kita bisa mudah mengambil dan meletakkan perlengkapan dapur yang ingin dan telah dipakai.

Kita bisa mencontoh kebiasaan pada koki di dapur di mana mereka terbiasa mencuci perlengkapan dapur sesudah menggunakannya. Maka kita harus membiasakan langsung membersihkan perlengkapan dapur sesaat setelah menggunakannya, tidak menunggu perabotan kotor menumpuk.

Seperti biasanya, menyeleksi perlengkapan dapur hanya yang membangkitkan kebahagiaan juga sangat penting, sebagaimana prinsip dari Konmari. Kemudian menata perlengkapan dapur berdasarkan kategorinya dan meletakkan katagori yang sama di satu lokasi.

Bagaimana dengan perlengkapan dapur yang memang tidak ingin digunakan seperti gelas-gelas bermotif dan piring-piring cantik? Apabila gelas dan piring tersebut tidak membangkitkan kebahagiaan, maka kita tidak perlu menyimpan atau menggunakannya, sedangkan apabila gelas dan piring tersebut membangkitkan kebahagiaan, maka lebih baik gelas dan piring tersebut digunakan untuk keseharian, bukan disimpan. Bukankan akan lebih menyenangkan dan bersemangat jika kita menggunakan benda yang membangkitkan kebahagiaan kita? Coba bayangkan betapa membahagiakannya bisa menggunakan perabotan favourite dengan motifnya yang cantik-cantik :)

Pajangan dan pernak-pernik lainnya. Kategori komono yang terakhir ini mungkin akan lebih luas lagi cakupannya, bisa berupa benda-benda hiasan atau dekorasi rumah, perlengkapan hobi, dan mainan anak-anak. Tetap pada prinsip yang sama, kita harus memilih benda yang betul-betul membangkitkan kebahagiaan. Selepas itu, kita bisa menyimpannya berdasarkan kategori. Misalnya perlengkapan hobi sebaiknya disimpan di satu lokasi seperti di lemari khusus hobi. Sedangkan untuk mainan anak-anak, disarankan untuk menyimpannya di dalam wadah kotak sesuai dengan kategori mainannya dan ditempatkan di satu lokasi, seperti di lemari khusus Montessori jika memang tersedia. Kalaupun tidak ada lemari khusus Montessori, kita bisa menggunakan bagian kosong dari lemari yang ada di rumah. Tetapi perlu diingat bahwa setiap mainan harus dipisahkan menggunakan kotak atau kardus sesuai dengan kategorinya.

Bagaimana dengan pajangan? Setelah kita memiliki pajangan yang betul-betul hanya membangkitkan semangat, kita bisa menata seluruh pajangan tersebut di tempat yang terjangkau oleh mata. Ingat, kita memiliki pajangan untuk dipajang, bukan untuk disimpan di dalam lemari hanya dengan alasan khawatir pajangan tersebut pecah.


Selesai sudah kita membahas ilmu berbenah ala Konmari. Semoga kita bisa konsisten menjaga kerapian dan tetap menyukuri setiap benda yang kita miliki dengan cara memanfaatkannya sebaik mungkin selama kita miliki. Selamat mencoba dan semangat konsisten!

@fatinahmunir | ditulis pada 24 Januari 2018

Leave a Reply

Terima kasih atas komentarnya :)

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

You are The

Hallo Happy Readers!

Hallo Happy Readers!
Selamat datang di blog pribadi saya. Di blog ini teman-teman akan membaca tulisan-tulisan saya seputar pendidikan, kedisabilitasan dan inklusivitas, pengalaman mengajar, dan tulisan-tulisan lainnya yang dibuat atas inspirasi di sekitar saya. Semoga tulisan dalam blog ini bermanfaat dan menginspirasi pada kebaikan. Selamat membaca!

Contact Me

@fatinahmunir

fatinahmunir@gmail.com

Educator | Writer | Adventurer

Berbakti | Berkarya | Berarti

Get My Articels for Your Email

My Friends

- Copyright © Fatinah Munir -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -