Showing posts with label Pare Kampung Inggris. Show all posts
Info: Makanan di Pare, Kampung Inggris, Kediri
A
Heaven for The Food Fighters \( ^_^)/
Are
you a heavy eater?
Apakah teman-teman termasuk orang yang banyak makan dan suka wisata kuliner?
Jika iya, maka Pare adalah tempat yang tepat untuk kalian tinggal.
Meskipun
Pare adalah kota kecil, tapi orang-orang terus mengambil keuntungan dari apa
yang terjadi di dalamnya. Maka jangan heran jika di Pare akan ada banyak tempat
makan dengan beraneka ragam konsep. Mulai dari warteg, prasmanan, lesehan,
nuansa alam, sampai tempat makan ala kafe modern lengkap dengan pertunjukkan
musiknya.
Bagaimana
dengan harganya? Harga makanan di Pare
amat sangat murah, kecuali untuk kafe-kafe ala Jakarta. Untuk makan di warung
prasmanan, teman-teman cukup membayar 4.000 IDR untuk mendapatkan menu nasi +
sayuran + gorengan dua buah. Jika ingin menambah menu dengan telur, harganya
cukup 5.000 IDR per porsi. Jika ingin makan dengan nasi + sayuran + gorengan +
ayam atau ikan, teman-teman cukup membayar sekitar 7.000-8.000 IDR. Untuk
minumnya sendiri free alias tidak dipungut biaya, karena kebanyakan warung
makan menyediakan gallon air mineral
untuk pelanggan. Jika ingin minum es teh manis, harganya hanya berkisar
1.000-2.000 IDR. Minum jus buah di Pare pun bisa dengan puas, karena harga jus
buah hanya 5.000-6.000 IDR. It’s the real life for you who always stay in a
big city. So the food fighters, let’s come in! :D
Sebenarnya
saya ingin memasukkan beberapa list tempat makan favorite saya di sini, tapi
saya khawatir tempat yang saya masukkan ke dalam list bisa hilang kapan saja.
Hal ini karena Pare adalah kota kecil yang hidup dengan perubahan yang sangat
cepat.
Mungkin
saya akan memasukkan beberapa tempat makan yang recommended enough dan
kemungkinan besar akan tetap ada meski sudah beberapa tahun –sehingga tulisan
ini bisa tetap relevan bagi pembaca dua hingga lima tahun lagi.
Dapur Jawa (Lesehan ala Melayu)
Saya tidak butuh banyak waktu untuk berpikir memasukkan Dapur Jawa di list pertama saya. Selain karena lokasinya yang dekat dengan asrama saya, Dapur Jawa adalah tempat unik di mana saya menemukan makanan khas Indonesia yang dibuat ala Malaysia atau Thailand. Hal ini dikarenakan ibu pemilik warung pernah bekerja lama di Malaysia. Saya rekomendasikan untuk mencoba semua menu yang ada di Dapur Jawa, seperti Kare Ayam, Ayam Masak Merah, Pecel Lele, Gurame Goreng, Kepiting Masak Merah, Daging Masak Kuning (mengandung banyak sayur), Tom Yam, dan banyak lagi. Jangan khawatir, harga makanan di sini hanya 10.000-12.000 IDR per porsinya dengan jumlah ayam dua potong untuk menu Kare ayam dan Ayam Masak Merah. Sedangkan khusus menu Gurame dan Kepiting, harganya berdasarkan ukurannya dan bisa berbeda-beda setiap kali teman-teman membelinya.
Minuman favorite saya di Dapur Jawa adalah es jeruk nipis dengan
potongan jeruk nipis di dalamnya yang menambah estetika sekaligus merangsang
untuk langsung menghabiskannya. Selain itu, ada Teh Tarik (Thai Tea) yang
dibuat persis seperti di Thailand dan ada Es Milo yang rasanya jauh lebih
nyaman dibandingkan kita membuatnya sendiri. Hal ini dikarenakan bahan Teh
Tarik dan Es Milo dikirim langsung dari Malaysia. Tidak usah risau untuk hal
harga, karena teman-teman cukup merogoh kocek 2.000 IDR untuk Es Jeruk Nipis
dan 3.000 IDR untuk Teh Tarik dan Es Milo.
Sribu Asri; Lesehan Pemancingan
Selain Dapur Jawa, Sribu Asri adalah tempat paling favourite saya bersama teman-teman belajar seperjuangan ataupun students. Sayangnya, lokasi Sribu Asri cukup jauh terletak di desa berbeda dan harus menempuh waku kurang lebih setengah jam bersepeda. Jadi, biasanya saya pergi ke Sribu Asri satu atau dua bulan sekali dalam rangka perpisahan kelas dengan students.
Meksipun Sribu Asri cukup jauh dari Desa Tulungrejo (tempat Kampung
Inggris), tapi perjalanannya akan menyenangkan karena teman-teman akan
bersepeda melewati lading-ladang jagung, hutan kecil, dan perumahan desa warga.
Sribu Asri menjadi tempat favorite saya karena suasananya yang
menenangkan dan menu utama tempat makan ini adalah ikan dan sayur-sayuran segar.
I do like fish because of my Mom but honestly I am a heavy eater though! Saya
suka ikan sejak kecil karena sering dicekoki ikan oleh Emak dan kenyataannya
saya orang yang pemakan apa saja selama itu halal dan baik :D
Hampir semua menu yang ada di restoran seefood pada umumnya juga bisa
kita temui di Sribu Asri ini. Di Sribu Asri, selain makanannya yang enak dan
murah, suasananya juga sangat mendukung, Teman-teman bisa memancing ikan
sendiri untuk diolah dan dimakan di tempat. Jika kurang tertarik memancing,
teman-teman bisa berkeliling lihat beraneka hewan seperti iguana, musang,
burung kakak tua, ular, dan beberapa hewan lain yang kurang saya ingat.
Sejujurnya, saya kurang ingat harga per porsi dari menu yang ada di
Sribu Asri, karena biasanya saya dan teman-teman men-share bill kami untuk
makan di sini. Tapi walaupun kami memesan banyak menu seefood untuk kelompok,
biasanya biaya yang kami keluarkan hanya sekita 20.000-25.000 IDR belum
termasuk harga minuman yang cukup sekitar 3.000-6.000 IDR. Murah kan?
![]() |
| Sedikit view di Sribu Asri |
Tansu (Ketan Susu)
Jika teman-teman mencari tempat makan murah meriah dengan menu ala warung kopi, maka Tansu adalah pilihan yang tepat. Di Tansu, tidak ada menu makanan istimewa seperti Dapur Jawa ataupun Sribu Asri, karena Tansu berkonsep warung kopi yang hanya menyediakan aneka gorengan seharga 500 IDR, mie instan plus telur, kopi, minuman hangat atau dingin lainnya, dan ketan susu seharga 3000-4000 IDR per piringnya sebagai menu primadona yang menjadikan warung ini terkenal dengan sebutan Tansu, singkatan dari Ketan Susu.
Warung ini terletak di dekat lembaga Daffodils. Kurang lebih 100 m dari Daffodils dengan view pematang sawah dan sepoi angin yang membuat pengunjungnya betah berlama-lama di Tansu. Meskipun Tansu kecil dan tidak cukup menggambarkan ketenarannya di Pare, tapi Tansu menyediakan banyak tempat duduk dan lesehan di sekitaran sawah. Maka tidak heran jika meskipun warung ini kecil, warung ini menjadi tempat yang most wanted alias paling di cari oleh pendatang di Pare.
Saya biasa mengunjungi Tansu bersama dengan teman-teman kelas saya atau dengan murid-murid saya sambil belajar speaking di sini. Suasana yang tenang dan sajian cemilan yang murah meriah menjadikan proses belajar mengajar di Tansu sangat fun learning dan tidak terasa. Oleh sebab itu, bagi teman-teman yang ingin merasakan sebenar-benarnya berkunjung ke Pare, datanglah ke Tansu, pesan sepiring ketan susu original dengan minuman kesukaan kalian sambil mengulang matere bahasa Inggris teman-teman di sini bersama teman sekamar ataupun seasrama :)
Kurang lebih itulah tiga tempat favorite yang bisa menjadi tempat makan dan berkumpul selama belajar di Pare. Untuk tempat makan lainnya, sifatnya standart seperti di kota-kota lain dengan kisaran harga yang telah saya paparkan di awal tulisan.
Dan sekali lagi, ulasan ini adalah berdasarkan pengalaman saya tinggal di Pare selama tahun 2015 dan 2016. Jika teman-teman pembaca menemukan hal baru yang layak dibagikan, silakan sampaikan di kolom komentar. Thanks a bunch! :)
Jika teman-teman mencari tempat makan murah meriah dengan menu ala warung kopi, maka Tansu adalah pilihan yang tepat. Di Tansu, tidak ada menu makanan istimewa seperti Dapur Jawa ataupun Sribu Asri, karena Tansu berkonsep warung kopi yang hanya menyediakan aneka gorengan seharga 500 IDR, mie instan plus telur, kopi, minuman hangat atau dingin lainnya, dan ketan susu seharga 3000-4000 IDR per piringnya sebagai menu primadona yang menjadikan warung ini terkenal dengan sebutan Tansu, singkatan dari Ketan Susu.
Warung ini terletak di dekat lembaga Daffodils. Kurang lebih 100 m dari Daffodils dengan view pematang sawah dan sepoi angin yang membuat pengunjungnya betah berlama-lama di Tansu. Meskipun Tansu kecil dan tidak cukup menggambarkan ketenarannya di Pare, tapi Tansu menyediakan banyak tempat duduk dan lesehan di sekitaran sawah. Maka tidak heran jika meskipun warung ini kecil, warung ini menjadi tempat yang most wanted alias paling di cari oleh pendatang di Pare.
Saya biasa mengunjungi Tansu bersama dengan teman-teman kelas saya atau dengan murid-murid saya sambil belajar speaking di sini. Suasana yang tenang dan sajian cemilan yang murah meriah menjadikan proses belajar mengajar di Tansu sangat fun learning dan tidak terasa. Oleh sebab itu, bagi teman-teman yang ingin merasakan sebenar-benarnya berkunjung ke Pare, datanglah ke Tansu, pesan sepiring ketan susu original dengan minuman kesukaan kalian sambil mengulang matere bahasa Inggris teman-teman di sini bersama teman sekamar ataupun seasrama :)
Kurang lebih itulah tiga tempat favorite yang bisa menjadi tempat makan dan berkumpul selama belajar di Pare. Untuk tempat makan lainnya, sifatnya standart seperti di kota-kota lain dengan kisaran harga yang telah saya paparkan di awal tulisan.
Dan sekali lagi, ulasan ini adalah berdasarkan pengalaman saya tinggal di Pare selama tahun 2015 dan 2016. Jika teman-teman pembaca menemukan hal baru yang layak dibagikan, silakan sampaikan di kolom komentar. Thanks a bunch! :)
Have a nice study! Let's get the fist, then! :D
PS: Mohon maaf tidak ada dokumentasi di Dapur Jawa dan Tansu, karena saya kurang narsis jadi hanya sedikit foto selama di Pare :D
Info: Tempat Tinggal Selama di Pare Kampung Inggris, Kediri
Bismillahirrahmanirrahim
Setelah kemarin saya posting info tentang berbagai macam transportasi menuju Pare, Kampung Inggris, Kediri. Sekarang adalah bagian lain yang pasti diperlukan teman-teman selama belajar di Pare; tempat tinggal.
Find Your
New Home!
HOME
STAY INFORMATION
Ada banyak
tempat untuk tinggal di Pare. Sebagian besar rumah penduduk dijadikan kostan
dan sebagian lagi merupakan asrama yang biasanya dimiliki oleh lembaga kursus.
Kostan
(Rented Room)
Jika
teman-teman termasuk orang yang suka jam belajar yang bebas, ketenangan, dan
ingin bebas mengeksplore Pare dan Jawa Timur di samping belajar, maka kostan
atau rented room adalah pilihan yang cukup tepat. Kostan di Pare memiliki
banyak variasi, mulai dari satu kamar untuk satu orang hingga kosan yang bisa
memuat empat orang dalam satu kamar.
Teman-teman
juga bisa memilih kosan dengan kamar mandi di dalam (private bathroom) atau
kamar mandi luar (shared bathroom). Di samping itu, beberapa kostan yang saya
pernah kunjungi (karena mengunjungi teman ataupun membantu teman mencari tempat
tinggal) bahkan menyedian televisi layar di dalam kamarnya. Tapi perlu diingat,
harga yang kita keluarkan akan setimpal dengan fasilitas yang akan kita terima.
Di Pare,
teman-teman juga akan menemukan rumah penduduk yang sekaligus dijadikan warung
makan juga kostan. Kostan jenis ini biasanya banyak diperuntukkan kepada dan
sangat dicari oleh students laki-laki. Hal ini dikarenakan biasanya ibu kost
(Landlady) akan sering memberikan
makanan cuma-Cuma dari warung nasinya atau akan memberikan harga yang sangat
murah untuk anak-anak kostannya. What a big deal! Cocok untuk teman-teman yang
ingin menekan pengeluaran selama di Pare.
Untuk
informasi biaya kost di Pare ini sendiri sangat bervariasi. Berdasarkan info
yang saya ketahui pada 2015-2016, biayanya berkisar 225.000-500.000, tergantung
fasilitas yang akan teman-teman dapatkan.
Asrama
Jika
teman-teman mengambil kelas kursus bahasa INggris di Pare, teman-teman biasanya
akan mendapat pertanyaan tentang tempat tinggal saat mendaftar program kelas di
tempat kursus. Jika temna-teman belum memiliki tempat tinggal, maka lembaga
kursus akan menawarkan tempat program kelas plus tempat tinggal –yang selama di
Pare akan lebih familiar disebut Camp.
As
information, istilah camp, boarding house, dormitory (dorm) sama dengan asrama
pada umumnya yang memiliki berbagai program. Maka jika teman-teman memilik
tinggal di asrama, teman-teman akan mendapatkan kelas tambahan di asrama pada
malah hari atau pagi hari setelah jam shalat subuh, atau bahkan pada pagi dan
malam hari. Hal ini jelas menjadi nilai positif bagi teman-teman yang ingin
menghabiskan waktu belajar penuh di Pare, karena biasanya biaya camp lebih
murah daripada kost dan pelayanan yang lebih baik daripada di kost. Akan tetapi
tinggal di dalam asrama bukanlah pilihan yang cukup baik bagi teman-teman yang
ingin belajar sambil bersantai di Pare, karena jadwal belajar di asrama akan
membuat jadwal kelas semakin padat dan pasti menambah jam untuk menghapal
vocabulary atau teori-teori grammar.
Untuk biaya
camp biasanya dikenakan 250.000-475.000 dengan fasilitas kamar untuk dua-empat
orang, kamar mandi dalam (private bathroom) atau kamar mandi luar (shared
bathroom), air minum, jasa pembersih ruangan, mengganti sprai kasur dan sarung
bantal sekali dalam sebulan, dan juga kelas untuk pagi dan malam.
Selain
fasilitas di atas, kebanyakan asrama memiliki peraturan English Area atau
mewajibkan penghuninya menggunakan bahasa Inggris selama 24 jam non stop.
Beberapa asrama meringankan peraturannya dengan memberi waktu English Area
khusus jam 5.00 sampai dengan 21.00.
Kebanyakan
kost (rented room) dan asrama di Pare memfasilitasi free internet connection
(Wifi) untuk penghuninya. Hal ini dikarenakan jaringan di internet di Pare
adalah salah satu kunci belajar melalui Youtube ataupun learning English
website bagi yang suka menambah ilmu di luar kelas secara autodidak.
I supposed that is all sedikit informasi tentang alternatif selama tinggal diPare, Kampung Inggris, Kediri berdasarkan pengalaman saya selama 2015-2016. Semoga bermanfaat.
Jika ada info terbaru yang teman-teman tahu, teman-teman sangat diperbolehkan menambahkan info tersebut di kolom komentar. Thanks a bunch for reading :)
Info: Kendaraan Menuju Pare Kampung Inggris, Kediri
Well, sebenarnya saya ingin menulis pengalaman saya selama di Kampung Inggris, Pare, Kediri. Tapi sayangnya, pasti dibutuhkan info lain untuk tulisan saya sebelum saya bercerita tentang pengalaman saya. Oleh sebab itu saya telurkan tulisan ini sebagai awal dari tulisan pengalaman saya dan sebagai awalan, di tulisan ini merupakan berbagai moda transportasi yang dapat menjadi opsi menuju Pare, Kampung Inggris.
What
should you take to get Pare?
Jika
teman-teman pembaca berniat meningkatkan kemampuan bahasa Inggris di Pare,
silakan datang ke tempat ini dengan berbagai macam transportasi dari kota
masing-masing yang dapat mengakses Kota Kediri, seperti kereta atau bus.
Sedangkan bagi teman-teman yang menggunakan pesawat, bisa memilih dua opsi
tujuan pesawat; Surabaya atau Jogjakarta.
Menggunakan
Pesawat Tujuan Surabaya.
Dari Surabaya bisa menggunakan mobil
travel (harus menghubungi pengada jada travel tertentu) dengan biaya kurang
lebih 80.000 IDR sampai ke tempat tujuan masing-masing (camp/kost/course).
Dari Surabaya bisa menggunakan bus antar kota trayek Surabay-Blitar. Saya lupa nama bus ini, seingat saya bus ini berwarna biru. Berdasarkan info beberapa teman, ongkos bus ini sekitar 40.00-50.00 IDR.
Dari Surabaya bisa menggunakan bus antar kota trayek Surabay-Blitar. Saya lupa nama bus ini, seingat saya bus ini berwarna biru. Berdasarkan info beberapa teman, ongkos bus ini sekitar 40.00-50.00 IDR.
Menggunakan
Pesawat Tujuan Jogjakarta
Kebanyakan
orang yang terbang dari Sumatera memilih tujuan Jogjakarta, saya kurang tahu
alasan pastinya. Entah karena tidak ada penerbangan ke Surabaya atau karena
biaya penerbangan menuju Jogjakarta jauh lebih terjangkau dibandingkan menuju
Surabaya. Jika teman-teman memilih penerbangan menuju Jogjakarta, perjalanan
bisa dilanjutkan dengan menggunakan kereta dari Jogjakarta ke Kota Kediri.
Menggunakan
Kereta
Jika
teman-teman menggunakan kereta menuju Kota Kediri, ada beberapa opsi yang dapat
teman-teman pilih untuk menuju Pare. Di antranya adalah sebagai berikut.
Mobil carteran bersama. Biasanya mobil ini ditawarkan kepada serombongan orang yang akan pergi ke Pare. Kalaupun kapasitas mobil belum memenuhi kapasitas penuh penumpang dan barang, supir ataupun rombongan tersebut akan mencari kawan agar mobilnya penuh. Biasnaya mobil cukup untuk 7-8 orang. Sejujurnya saya belum pernah menggunakan transportasi jenis ini, karena konon harganya cukup mahal, sekitar 80.000 IDR per orang atau bahkan lebih. Kelebihan dari jasa mobil carteran adalah teman-teman bisa langsung duduk tenang, tinggal menyebutkan nama tempat tinggal atau kursusan selama di Pare dan tidur di dalam mobil hingga pak supir menurunkannya. Kekurangannya, khususnya bagi solo-traveler seperti saya adalah perjalanan kurang berkesan dan awkward. Sebab biasanya satu mobil diisi oleh orang-orang sudah saling kenal, bukan seperti solo-traveler seperti saya.
Ojek. Di luar stasiun ada banyak jasa ojek yang nawarkan langsung ke Pare dengan jarak tempuh 60-90 menit. Lumayan cepat jika teman-teman melakukan perjalanan ke Pare dengan waktu yang mepet dengan jam mulai belajar di kelas. Untuk menggunakan jasa ojek, standart-nya teman-teman akan dikenakan 60.000 IDR, boleh dilebihkan kalau mau beramal. Kelebihan dari jasa ojek menuju Pare selain efisiensi waktu adalah teman-teman bisa leluasa menikmati pemandangan selama perjalanan Kota Kediri-Pare, apalagi jika kereta teman-teman tiba sebelum subuh. Udara dingin pedesaan akan menyambut kedatangan teman-teman. Kekurangan dari jasa ojek ini adalah akan kurang rileks bagi teman-teman yang membawa banyak barang atau hanya membawa satu carrier (tas gunung) yang besar.
Becak ft Angkot. Transportasi ini cenderung menjadi pilihan saya selama bolak-balik Jakarta-Pare. Selain biayanya lebih terjangkau, teman-teman juga bisa ikut melestarikan becak dan membantu pengemudi becak yang umumnya adalah orang-orang yang tua. Jika teman-teman menggunakan becak, tariff becak dari Stasiun Kediri ke Pagkalan Angkot (depan Polsek Kediri) per 2016 adalah 15.000-20.000 IDR. Tariff ini tergantung dari jumlah bawaan teman-teman. Jika teman-teman datang berdua, bisa menggunakan satu becak dengan tariff 20.000-25.000 IDR.
Perjalanan menuju Pare bisa dilanjutkan dengan angkot dengan tariff 25.000-30.000 IDR. Tariff ini menyesuaikan season belajar di Pare. Tariff akan murah atau normal jika teman-teman datang pada high season, begitupun sebaliknya. Kelebihan menggunakan becak ft angkot adalah teman-teman bisa merasakan euphoria perjalanan di Kota Kediri hingga Pare, berkenalan dengan pengunjung baru, bisa lebih bersantai. Kekurangannya adalah jika teman-teman ingin cepat beristirahat, pilihan ini agak kurang tepat karena nantinya angkot akan menunggu mobil penuh dan berhenti di banyak kursusan untuk menurunkan penumpang lain.
Mobil carteran bersama. Biasanya mobil ini ditawarkan kepada serombongan orang yang akan pergi ke Pare. Kalaupun kapasitas mobil belum memenuhi kapasitas penuh penumpang dan barang, supir ataupun rombongan tersebut akan mencari kawan agar mobilnya penuh. Biasnaya mobil cukup untuk 7-8 orang. Sejujurnya saya belum pernah menggunakan transportasi jenis ini, karena konon harganya cukup mahal, sekitar 80.000 IDR per orang atau bahkan lebih. Kelebihan dari jasa mobil carteran adalah teman-teman bisa langsung duduk tenang, tinggal menyebutkan nama tempat tinggal atau kursusan selama di Pare dan tidur di dalam mobil hingga pak supir menurunkannya. Kekurangannya, khususnya bagi solo-traveler seperti saya adalah perjalanan kurang berkesan dan awkward. Sebab biasanya satu mobil diisi oleh orang-orang sudah saling kenal, bukan seperti solo-traveler seperti saya.
Ojek. Di luar stasiun ada banyak jasa ojek yang nawarkan langsung ke Pare dengan jarak tempuh 60-90 menit. Lumayan cepat jika teman-teman melakukan perjalanan ke Pare dengan waktu yang mepet dengan jam mulai belajar di kelas. Untuk menggunakan jasa ojek, standart-nya teman-teman akan dikenakan 60.000 IDR, boleh dilebihkan kalau mau beramal. Kelebihan dari jasa ojek menuju Pare selain efisiensi waktu adalah teman-teman bisa leluasa menikmati pemandangan selama perjalanan Kota Kediri-Pare, apalagi jika kereta teman-teman tiba sebelum subuh. Udara dingin pedesaan akan menyambut kedatangan teman-teman. Kekurangan dari jasa ojek ini adalah akan kurang rileks bagi teman-teman yang membawa banyak barang atau hanya membawa satu carrier (tas gunung) yang besar.
Becak ft Angkot. Transportasi ini cenderung menjadi pilihan saya selama bolak-balik Jakarta-Pare. Selain biayanya lebih terjangkau, teman-teman juga bisa ikut melestarikan becak dan membantu pengemudi becak yang umumnya adalah orang-orang yang tua. Jika teman-teman menggunakan becak, tariff becak dari Stasiun Kediri ke Pagkalan Angkot (depan Polsek Kediri) per 2016 adalah 15.000-20.000 IDR. Tariff ini tergantung dari jumlah bawaan teman-teman. Jika teman-teman datang berdua, bisa menggunakan satu becak dengan tariff 20.000-25.000 IDR.
Perjalanan menuju Pare bisa dilanjutkan dengan angkot dengan tariff 25.000-30.000 IDR. Tariff ini menyesuaikan season belajar di Pare. Tariff akan murah atau normal jika teman-teman datang pada high season, begitupun sebaliknya. Kelebihan menggunakan becak ft angkot adalah teman-teman bisa merasakan euphoria perjalanan di Kota Kediri hingga Pare, berkenalan dengan pengunjung baru, bisa lebih bersantai. Kekurangannya adalah jika teman-teman ingin cepat beristirahat, pilihan ini agak kurang tepat karena nantinya angkot akan menunggu mobil penuh dan berhenti di banyak kursusan untuk menurunkan penumpang lain.
That's all sedikit ulasan tentang kendaraan yang dapat digunakan menuju Pare, Kampung Inggris, Kediri berdasarkan pengalaman saya selama 2015-2016. Semoga bermanfaat.
Jika ada info terbaru yang teman-teman tahu, teman-teman sangat diperbolehkan menambahkan info tersebut di kolom komentar. Thanks a bunch for reading :)
Jika ada info terbaru yang teman-teman tahu, teman-teman sangat diperbolehkan menambahkan info tersebut di kolom komentar. Thanks a bunch for reading :)
