Showing posts with label Pare Kampung Inggris. Show all posts

Info: Makanan di Pare, Kampung Inggris, Kediri

A Heaven for The Food Fighters \( ^_^)/

Are you a heavy eater? Apakah teman-teman termasuk orang yang banyak makan dan suka wisata kuliner? Jika iya, maka Pare adalah tempat yang tepat untuk kalian tinggal.

Meskipun Pare adalah kota kecil, tapi orang-orang terus mengambil keuntungan dari apa yang terjadi di dalamnya. Maka jangan heran jika di Pare akan ada banyak tempat makan dengan beraneka ragam konsep. Mulai dari warteg, prasmanan, lesehan, nuansa alam, sampai tempat makan ala kafe modern lengkap dengan pertunjukkan musiknya.

Bagaimana dengan  harganya? Harga makanan di Pare amat sangat murah, kecuali untuk kafe-kafe ala Jakarta. Untuk makan di warung prasmanan, teman-teman cukup membayar 4.000 IDR untuk mendapatkan menu nasi + sayuran + gorengan dua buah. Jika ingin menambah menu dengan telur, harganya cukup 5.000 IDR per porsi. Jika ingin makan dengan nasi + sayuran + gorengan + ayam atau ikan, teman-teman cukup membayar sekitar 7.000-8.000 IDR. Untuk minumnya sendiri free alias tidak dipungut biaya, karena kebanyakan warung makan menyediakan gallon  air mineral untuk pelanggan. Jika ingin minum es teh manis, harganya hanya berkisar 1.000-2.000 IDR. Minum jus buah di Pare pun bisa dengan puas, karena harga jus buah hanya 5.000-6.000 IDR. It’s the real life for you who always stay in a big city. So the food fighters, let’s come in! :D

Sebenarnya saya ingin memasukkan beberapa list tempat makan favorite saya di sini, tapi saya khawatir tempat yang saya masukkan ke dalam list bisa hilang kapan saja. Hal ini karena Pare adalah kota kecil yang hidup dengan perubahan yang sangat cepat.

Mungkin saya akan memasukkan beberapa tempat makan yang recommended enough dan kemungkinan besar akan tetap ada meski sudah beberapa tahun –sehingga tulisan ini bisa tetap relevan bagi pembaca dua hingga lima tahun lagi.


Dapur Jawa (Lesehan ala Melayu)

Saya tidak butuh banyak waktu untuk berpikir memasukkan Dapur Jawa di list pertama saya. Selain karena lokasinya yang dekat dengan asrama saya, Dapur Jawa adalah tempat unik di mana saya menemukan makanan khas Indonesia yang dibuat ala Malaysia atau Thailand. Hal ini dikarenakan ibu pemilik warung pernah bekerja lama di Malaysia. Saya rekomendasikan untuk mencoba semua menu yang ada di Dapur Jawa, seperti Kare Ayam, Ayam Masak Merah, Pecel Lele, Gurame Goreng, Kepiting Masak Merah, Daging Masak Kuning (mengandung banyak sayur), Tom Yam, dan banyak lagi. Jangan khawatir, harga makanan di sini hanya 10.000-12.000 IDR per porsinya dengan jumlah ayam dua potong untuk menu Kare ayam dan Ayam Masak Merah. Sedangkan khusus menu Gurame dan Kepiting, harganya berdasarkan ukurannya dan bisa berbeda-beda setiap kali teman-teman membelinya.

Minuman favorite saya di Dapur Jawa adalah es jeruk nipis dengan potongan jeruk nipis di dalamnya yang menambah estetika sekaligus merangsang untuk langsung menghabiskannya. Selain itu, ada Teh Tarik (Thai Tea) yang dibuat persis seperti di Thailand dan ada Es Milo yang rasanya jauh lebih nyaman dibandingkan kita membuatnya sendiri. Hal ini dikarenakan bahan Teh Tarik dan Es Milo dikirim langsung dari Malaysia. Tidak usah risau untuk hal harga, karena teman-teman cukup merogoh kocek 2.000 IDR untuk Es Jeruk Nipis dan 3.000 IDR untuk Teh Tarik dan Es Milo.

Sribu Asri; Lesehan Pemancingan

Selain Dapur Jawa, Sribu Asri adalah tempat paling favourite saya bersama teman-teman belajar seperjuangan ataupun students. Sayangnya, lokasi Sribu Asri cukup jauh terletak di desa berbeda dan harus menempuh waku kurang lebih setengah jam bersepeda. Jadi, biasanya saya pergi ke Sribu Asri satu atau dua bulan sekali dalam rangka perpisahan kelas dengan students.

Meksipun Sribu Asri cukup jauh dari Desa Tulungrejo (tempat Kampung Inggris), tapi perjalanannya akan menyenangkan karena teman-teman akan bersepeda melewati lading-ladang jagung, hutan kecil, dan perumahan desa warga.

Sribu Asri menjadi tempat favorite saya karena suasananya yang menenangkan dan menu utama tempat makan ini adalah ikan dan sayur-sayuran segar. I do like fish because of my Mom but honestly I am a heavy eater though! Saya suka ikan sejak kecil karena sering dicekoki ikan oleh Emak dan kenyataannya saya orang yang pemakan apa saja selama itu halal dan baik :D

Hampir semua menu yang ada di restoran seefood pada umumnya juga bisa kita temui di Sribu Asri ini. Di Sribu Asri, selain makanannya yang enak dan murah, suasananya juga sangat mendukung, Teman-teman bisa memancing ikan sendiri untuk diolah dan dimakan di tempat. Jika kurang tertarik memancing, teman-teman bisa berkeliling lihat beraneka hewan seperti iguana, musang, burung kakak tua, ular, dan beberapa hewan lain yang kurang saya ingat.

Sejujurnya, saya kurang ingat harga per porsi dari menu yang ada di Sribu Asri, karena biasanya saya dan teman-teman men-share bill kami untuk makan di sini. Tapi walaupun kami memesan banyak menu seefood untuk kelompok, biasanya biaya yang kami keluarkan hanya sekita 20.000-25.000 IDR belum termasuk harga minuman yang cukup sekitar 3.000-6.000 IDR. Murah kan?

Sedikit view di Sribu Asri

Tansu (Ketan Susu)

Jika teman-teman mencari tempat makan murah meriah dengan menu ala warung kopi, maka Tansu adalah pilihan yang tepat. Di Tansu, tidak ada menu makanan istimewa seperti Dapur Jawa ataupun Sribu Asri, karena Tansu berkonsep warung kopi yang hanya menyediakan aneka gorengan seharga 500 IDR, mie instan plus telur, kopi, minuman hangat atau dingin lainnya, dan ketan susu seharga 3000-4000 IDR per piringnya sebagai menu primadona yang menjadikan warung ini terkenal dengan sebutan Tansu, singkatan dari Ketan Susu.

Warung ini terletak di dekat lembaga Daffodils. Kurang lebih 100 m dari Daffodils dengan view pematang sawah dan sepoi angin yang membuat pengunjungnya betah berlama-lama di Tansu. Meskipun Tansu kecil dan tidak cukup menggambarkan ketenarannya di Pare, tapi Tansu menyediakan banyak tempat duduk dan lesehan di sekitaran sawah. Maka tidak heran jika meskipun warung ini kecil, warung ini menjadi tempat yang most wanted alias paling di cari oleh pendatang di Pare.

Saya biasa mengunjungi Tansu bersama dengan teman-teman kelas saya atau dengan murid-murid saya sambil belajar speaking di sini. Suasana yang tenang dan sajian cemilan yang murah meriah menjadikan proses belajar mengajar di Tansu sangat fun learning dan tidak terasa. Oleh sebab itu, bagi teman-teman yang ingin merasakan sebenar-benarnya berkunjung ke Pare, datanglah ke Tansu, pesan sepiring ketan susu original dengan minuman kesukaan kalian sambil mengulang matere bahasa Inggris teman-teman di sini bersama teman sekamar ataupun seasrama :)

Kurang lebih itulah tiga tempat favorite yang bisa menjadi tempat makan dan berkumpul selama belajar di Pare. Untuk tempat makan lainnya, sifatnya standart seperti di kota-kota lain dengan kisaran harga yang telah saya paparkan di awal tulisan.

Dan sekali lagi, ulasan ini adalah berdasarkan pengalaman saya tinggal di Pare selama tahun 2015 dan 2016. Jika teman-teman pembaca menemukan hal baru yang layak dibagikan, silakan sampaikan di kolom komentar. Thanks a bunch! :)

Have a nice study! Let's get the fist, then! :D

PS: Mohon maaf tidak ada dokumentasi di Dapur Jawa dan Tansu, karena saya kurang narsis jadi hanya sedikit foto selama di Pare :D
08 December 2016
Posted by Fatinah Munir

Info: Tempat Tinggal Selama di Pare Kampung Inggris, Kediri


Bismillahirrahmanirrahim

Setelah kemarin saya posting info tentang berbagai macam transportasi menuju Pare, Kampung Inggris, Kediri. Sekarang adalah bagian lain yang pasti diperlukan teman-teman selama belajar di Pare; tempat tinggal.

Find Your New Home!
HOME STAY INFORMATION

Ada banyak tempat untuk tinggal di Pare. Sebagian besar rumah penduduk dijadikan kostan dan sebagian lagi merupakan asrama yang biasanya dimiliki oleh lembaga kursus.

Kostan (Rented Room)

Jika teman-teman termasuk orang yang suka jam belajar yang bebas, ketenangan, dan ingin bebas mengeksplore Pare dan Jawa Timur di samping belajar, maka kostan atau rented room adalah pilihan yang cukup tepat. Kostan di Pare memiliki banyak variasi, mulai dari satu kamar untuk satu orang hingga kosan yang bisa memuat empat orang dalam satu kamar.

Teman-teman juga bisa memilih kosan dengan kamar mandi di dalam (private bathroom) atau kamar mandi luar (shared bathroom). Di samping itu, beberapa kostan yang saya pernah kunjungi (karena mengunjungi teman ataupun membantu teman mencari tempat tinggal) bahkan menyedian televisi layar di dalam kamarnya. Tapi perlu diingat, harga yang kita keluarkan akan setimpal dengan fasilitas yang akan kita terima.

Di Pare, teman-teman juga akan menemukan rumah penduduk yang sekaligus dijadikan warung makan juga kostan. Kostan jenis ini biasanya banyak diperuntukkan kepada dan sangat dicari oleh students laki-laki. Hal ini dikarenakan biasanya ibu kost (Landlady) akan  sering memberikan makanan cuma-Cuma dari warung nasinya atau akan memberikan harga yang sangat murah untuk anak-anak kostannya. What a big deal! Cocok untuk teman-teman yang ingin menekan pengeluaran selama di Pare.

Untuk informasi biaya kost di Pare ini sendiri sangat bervariasi. Berdasarkan info yang saya ketahui pada 2015-2016, biayanya berkisar 225.000-500.000, tergantung fasilitas yang akan teman-teman dapatkan.

Asrama

Jika teman-teman mengambil kelas kursus bahasa INggris di Pare, teman-teman biasanya akan mendapat pertanyaan tentang tempat tinggal saat mendaftar program kelas di tempat kursus. Jika temna-teman belum memiliki tempat tinggal, maka lembaga kursus akan menawarkan tempat program kelas plus tempat tinggal –yang selama di Pare akan lebih familiar disebut Camp.

As information, istilah camp, boarding house, dormitory (dorm) sama dengan asrama pada umumnya yang memiliki berbagai program. Maka jika teman-teman memilik tinggal di asrama, teman-teman akan mendapatkan kelas tambahan di asrama pada malah hari atau pagi hari setelah jam shalat subuh, atau bahkan pada pagi dan malam hari. Hal ini jelas menjadi nilai positif bagi teman-teman yang ingin menghabiskan waktu belajar penuh di Pare, karena biasanya biaya camp lebih murah daripada kost dan pelayanan yang lebih baik daripada di kost. Akan tetapi tinggal di dalam asrama bukanlah pilihan yang cukup baik bagi teman-teman yang ingin belajar sambil bersantai di Pare, karena jadwal belajar di asrama akan membuat jadwal kelas semakin padat dan pasti menambah jam untuk menghapal vocabulary atau teori-teori grammar.

Untuk biaya camp biasanya dikenakan 250.000-475.000 dengan fasilitas kamar untuk dua-empat orang, kamar mandi dalam (private bathroom) atau kamar mandi luar (shared bathroom), air minum, jasa pembersih ruangan, mengganti sprai kasur dan sarung bantal sekali dalam sebulan, dan juga kelas untuk pagi dan malam.

Selain fasilitas di atas, kebanyakan asrama memiliki peraturan English Area atau mewajibkan penghuninya menggunakan bahasa Inggris selama 24 jam non stop. Beberapa asrama meringankan peraturannya dengan memberi waktu English Area khusus jam 5.00 sampai dengan 21.00.


Kebanyakan kost (rented room) dan asrama di Pare memfasilitasi free internet connection (Wifi) untuk penghuninya. Hal ini dikarenakan jaringan di internet di Pare adalah salah satu kunci belajar melalui Youtube ataupun learning English website bagi yang suka menambah ilmu di luar kelas secara autodidak.

I supposed that is all sedikit informasi tentang alternatif selama tinggal diPare, Kampung Inggris, Kediri berdasarkan pengalaman saya selama 2015-2016. Semoga bermanfaat.

Jika ada info terbaru yang teman-teman tahu, teman-teman sangat diperbolehkan menambahkan info tersebut di kolom komentar. Thanks a bunch for reading :)

16 November 2016
Posted by Fatinah Munir

Info: Kendaraan Menuju Pare Kampung Inggris, Kediri

Well, sebenarnya saya ingin menulis pengalaman saya selama di Kampung Inggris, Pare, Kediri. Tapi sayangnya, pasti dibutuhkan info lain untuk tulisan saya sebelum saya bercerita tentang pengalaman saya. Oleh sebab itu saya telurkan tulisan ini sebagai awal dari tulisan pengalaman saya dan sebagai awalan, di tulisan ini merupakan berbagai moda transportasi yang dapat menjadi opsi menuju Pare, Kampung Inggris.



What should you take to get Pare?

Jika teman-teman pembaca berniat meningkatkan kemampuan bahasa Inggris di Pare, silakan datang ke tempat ini dengan berbagai macam transportasi dari kota masing-masing yang dapat mengakses Kota Kediri, seperti kereta atau bus. Sedangkan bagi teman-teman yang menggunakan pesawat, bisa memilih dua opsi tujuan pesawat; Surabaya atau Jogjakarta.

Menggunakan Pesawat Tujuan Surabaya.

Dari Surabaya bisa menggunakan mobil travel (harus menghubungi pengada jada travel tertentu) dengan biaya kurang lebih 80.000 IDR sampai ke tempat tujuan masing-masing (camp/kost/course).

Dari Surabaya bisa menggunakan bus antar kota trayek Surabay-Blitar. Saya lupa nama bus ini, seingat saya bus ini berwarna biru. Berdasarkan info beberapa teman, ongkos bus ini sekitar 40.00-50.00 IDR.

Menggunakan Pesawat Tujuan Jogjakarta

Kebanyakan orang yang terbang dari Sumatera memilih tujuan Jogjakarta, saya kurang tahu alasan pastinya. Entah karena tidak ada penerbangan ke Surabaya atau karena biaya penerbangan menuju Jogjakarta jauh lebih terjangkau dibandingkan menuju Surabaya. Jika teman-teman memilih penerbangan menuju Jogjakarta, perjalanan bisa dilanjutkan dengan menggunakan kereta dari Jogjakarta ke Kota Kediri.


Menggunakan Kereta

Jika teman-teman menggunakan kereta menuju Kota Kediri, ada beberapa opsi yang dapat teman-teman pilih untuk menuju Pare. Di antranya adalah sebagai berikut.

Mobil carteran bersama. Biasanya mobil ini ditawarkan kepada serombongan orang yang akan pergi ke Pare. Kalaupun kapasitas mobil belum memenuhi kapasitas penuh  penumpang dan barang, supir ataupun rombongan tersebut akan mencari kawan agar mobilnya penuh. Biasnaya mobil cukup untuk 7-8 orang. Sejujurnya saya belum pernah menggunakan transportasi jenis ini, karena konon harganya cukup mahal, sekitar 80.000 IDR per orang atau bahkan lebih. Kelebihan dari jasa mobil carteran adalah teman-teman bisa langsung duduk tenang, tinggal menyebutkan nama tempat tinggal atau kursusan selama di Pare dan tidur di dalam mobil hingga pak supir menurunkannya. Kekurangannya, khususnya bagi solo-traveler seperti saya adalah perjalanan kurang berkesan dan awkward. Sebab biasanya satu mobil diisi oleh orang-orang sudah saling kenal, bukan seperti solo-traveler seperti saya.

Ojek. Di luar stasiun ada banyak jasa ojek yang nawarkan langsung ke Pare dengan jarak tempuh 60-90 menit. Lumayan cepat jika teman-teman melakukan perjalanan ke Pare dengan waktu yang mepet dengan jam mulai belajar di kelas. Untuk menggunakan jasa ojek, standart-nya teman-teman akan dikenakan 60.000 IDR, boleh dilebihkan kalau mau beramal. Kelebihan dari jasa ojek menuju Pare selain efisiensi waktu adalah teman-teman bisa leluasa menikmati pemandangan selama perjalanan Kota Kediri-Pare, apalagi jika kereta teman-teman tiba sebelum subuh. Udara dingin pedesaan akan menyambut kedatangan teman-teman. Kekurangan dari jasa ojek ini adalah akan kurang rileks bagi teman-teman yang membawa banyak barang atau hanya membawa satu carrier (tas gunung) yang besar.

Becak ft Angkot. Transportasi ini cenderung menjadi pilihan saya selama bolak-balik Jakarta-Pare. Selain biayanya lebih terjangkau, teman-teman juga bisa ikut melestarikan becak dan membantu pengemudi becak yang umumnya adalah orang-orang yang tua. Jika teman-teman menggunakan becak, tariff becak dari Stasiun Kediri ke Pagkalan Angkot (depan Polsek Kediri) per 2016 adalah 15.000-20.000 IDR. Tariff ini tergantung dari jumlah bawaan teman-teman. Jika teman-teman datang berdua, bisa menggunakan satu becak dengan tariff 20.000-25.000 IDR. 

Perjalanan menuju Pare bisa dilanjutkan dengan angkot dengan tariff 25.000-30.000 IDR. Tariff ini menyesuaikan season belajar di Pare. Tariff akan murah atau normal jika teman-teman datang pada high season, begitupun sebaliknya. Kelebihan menggunakan becak ft angkot adalah teman-teman bisa merasakan euphoria perjalanan di Kota Kediri hingga Pare, berkenalan dengan pengunjung baru, bisa lebih bersantai. Kekurangannya adalah jika teman-teman ingin cepat beristirahat, pilihan ini agak kurang tepat karena nantinya angkot akan menunggu mobil penuh dan berhenti di banyak kursusan untuk menurunkan penumpang lain.

That's all sedikit ulasan tentang kendaraan yang dapat digunakan menuju Pare, Kampung Inggris, Kediri berdasarkan pengalaman saya selama 2015-2016. Semoga bermanfaat.

Jika ada info terbaru yang teman-teman tahu, teman-teman sangat diperbolehkan menambahkan info tersebut di kolom komentar. Thanks a bunch for reading :)
15 November 2016
Posted by Fatinah Munir

You are The

Hallo Happy Readers!

Hallo Happy Readers!
Selamat datang di blog pribadi saya. Di blog ini teman-teman akan membaca tulisan-tulisan saya seputar pendidikan, kedisabilitasan dan inklusivitas, pengalaman mengajar, dan tulisan-tulisan lainnya yang dibuat atas inspirasi di sekitar saya. Semoga tulisan dalam blog ini bermanfaat dan menginspirasi pada kebaikan. Selamat membaca!

Contact Me

@fatinahmunir

fatinahmunir@gmail.com

Educator | Writer | Adventurer

Berbakti | Berkarya | Berarti

My Friends

- Copyright © Fatinah Munir -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -